H
Senang karena akhirnya anak kami lahir dengan selamat. Seperti mimpi karena tahun lalu saya masih hidup sendirian dan membujang, tapi kini sudah memiliki sebuah keluarga. Bahagia karena lengkap sudah kehidupan rumah tangga kami, dengan kehadiran si buah hati.
Di h
Ungkapan terima kasih juga saya ucapkan buat istri tercinta. Berkat kegigihannya ia berhasil melawan rasa sakit saat prosesi persalinan dan berhasil melahirkan jabang bayi buah cinta kami berdua dengan selamat dan normal.
Prosesi persalinan buah hati kami berjalan sempurna. Meski diperlukan rangsangan untuk mendorong si bayi agar mau keluar. Hal itu dikarenakan istri saya tidak merasakan mules, padahal air ketuban sudah rembes dan pembukaan rahimnya tidak beranjak naik hanya diam di pembukaan 1 dan 2. Itu pun berlangsung selama 2 h
Inilah kronoligi kelahiran buah hati kami:
Tgl 17 Agustus 2008
Istri saya mules dan kami chek up ke bidan. Hasil analisa bidan istri saya sudah pembukaan 1. Kami pun diminta pulang dan menunggu hingga pembukaan 4 di rumah. Tak perlu opname, karena proses d
Tgl 18 Agustus 2008
Selama 1 h
Istri saya pun melakukan berbagai aktivitas untuk merangsang mules tersebut, di antaranya; jalan-jalan, berdoa dll
Tanggal 19 Agustus 2008
Pagi hingga siang di tanggal tersebut, istri saya tidak menunjukkan adanya kemajuan. Di sore h
Setelah diperiksa, ternyata air ketuban istri saya sudah rembes dan harus segera dirangsang dengan infus. Kalau tidak air ketuban akan habis dan membahayakan si bayi. Dan jika rangsangan ini tidak berhasil, maka akan dilakukan sesar.
Mendengar kata operasi sesar sontak saja saya kaget dan deg-degan. Selain karena prosesnya agak lama, biayanya juga tidak sedikit. Padahal uang di dompet saya tinggal 1 juta.
Alhamdulillah ternyata rangsangan itu berhasil dan tidak perlu waktu lama. Pukul 18.00 istri saya diinfus dan selang berapa menit kemudian ia merasa mules yang luar biasa. Bidan pun saya panggil. Kemudian saya diminta untuk memindahkan istri saya ke ruang persalinan.
Dua orang bidan pun sudah menunggu. Ia langsung bergegas melakukan proses persalinan. Istri saya pun diminta untuk ngeden (ngedorong) agar bayinya keluar. Saya pun memompa semangat istri saya agar kuat ngeden. Bahkan saya sempat mengambil susu coklat untuk istri tercinta.
Setelah ngeden sebanyak 5 kali, akhirnya sang bayi pun keluar dengan selamat dan menangis, uek......uek....uek..... Saya pun langsung berucap syukur alhamdulillah dan membisikkan kata terima kasih kepada istri tercinta.
Saat itu, saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, proses persalinan itu. Bahkan saya juga menyaksikan sang bayi keluar d
Satu orang bidan yang bernama Erlin meminta saya untuk mengadani buah hati kami. Moment itu menjadi pengalaman pertama saya menggendong bayi yang baru lahir dan mengumandangkan adzan di telinganya.
Bayi perempuan itu kemudian kami beri nama FILIA AISYI KARIMA. Saat tulisan ini ditulis Filia berusia 2 bulan 19 h

Tidak ada komentar:
Posting Komentar